Berita

PELANTIKAN PPAT

31 May 2011 | 20:30 - Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang  -  Liputan Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang

Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang

  EMAIL     PRINT


PELANTIKAN PPAT
Pidato sambutan kepala kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang Dalam Rangka Pelantikan PPAT Notaris di Kab Sumedang Tgl 31-05-2011

 

Bismillahirrohmanirrohim

Yang saya hormati,
   -  Ibu Ketua IPPAT Kabupaten Sumedang
   -  Bapak Rohaniawan
   -  Seluruh Pejabat Struktural Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang
   -  Hadirin yang dimuliakan Alloh SWT

 

Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Achmad Muharam, SH., M.Kn, Dwi Sapta Ningrum, SH., M.Kn, Gitta Ramadhyana, SH,. SP.N, I.G.A Khrisna Swasty, SH,. M.Kn, Isep Rahmayadi, SH,. M.Kn, Kun Kun Kurnia, SH,. M.Kn, Mellya Sriwulandary, SH,. M.Kn, Ratu Susi Nurtjahjati, SH,. M.Kn, Urhamni Sanre, SH yang baru selaku PPAT Kabupaten Sumedang. Saya ucapkan terima kasih atas sumbangsih tenaga dan waktu dalam melayani masyarakat guna pembuatan Akta peralihan hak, sebagai dasar untuk terjadinya lalu lintas peralihan hak di Kabupaten Sumedang dan tentunya atas kerjasama, kemitraan dan pelayanan selama ini, kami ucapkan penghargaan setinggi-tingginya. Percayalah Alloh SWT akan selalu memperhitungkan amal kebaikan yang Ibu/Bapak sumbangkan terhadap masyarakat, bangsa dan negara.

Hadirin yang dimuliakan Alloh SWT, sambutan dalam acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan PPAT kali ini saya beri judul TANGGUNG JAWAB PPAT DI MUKA HUKUM, MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA. Pelantikan dan Sumpah Jabatan, terutama bagi yang baru saja disumpah mengandung makna Hablum minalloh, Hablum minnas dan terhadap hukum nasional. Sepantasnya seorang pejabat sebelum melaksanakan jabatannya terlebih dahulu mengangkat sumpah di hadapan Alloh SWT. Sumpah begitu sakral, begitu mulia dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Pada diri seorang PPAT melekat (inhern) 7 (tujuh) komponen jati diri yang ujung-ujungnya harus dipertanggungjawabkan di muka hukum, meliputi :

  1. Tugas Pokok dan Fungsi
  2. Kewenangan
  3. Hak dan Kewajiban
  4. Keharusan
  5. Larangan
  6. Tanggung Jawab
  7. Tanggung Gugat


Dalam konsep birokrasi, komponen tersebut disebut dengan “Phorthofolio”. Sebagai PPAT harus tunduk pada ketentuan-ketentuan hukum ke PPAT-an yang bersifat MULTY, antara lain :

I.            Hukum Tanah Nasional yang bersumber dari Hukum Adat tapi tidak boleh menyimpang dari UU Nomor 5 Tahun 1960 sebagai UU (Hukum Positif) Pokok.

II.              Hukum Perdata :

1.      Hak-hak Individual

2.      Hak Badan Hukum

3.      Hak Waris

4.      Harta Bersama

III.           Hukum Agama :

1.      Hak Waris

2.      Hak dalam perkawinan

3.      Hak setelah Perceraian

 

Dari semua ketentuan hukum yang telah dipaparkan diatas, maka Ibu/Bapak selaku PPAT yang baru saja dilantik, wajib memperhatikan Hukum Ke-PPAT-an tersebut sebagaimana diatur pasal 19 UUPA, PP 37 Tahun 1998 tentang PPAT, PMNA/KBPN Nomor 3 Tahun 1997 dan Peraturan Kepala BPN RI Nomor 1 Tahun 2006.

 

Pasal 19 UUPA menyebutkan bahwa tugas pokok PPAT adalah menyelenggarakan sebagian dari pelaksanaan Pendaftaran Tanah, tugasnya memastikan pelayanan pembuatan dan penerangan kepada masyarakat dalam pembuatan Akta peralihan hak. Kewenangannya menandatangani Akta peralihan hak, berkewajiban berkantor dan menjalankan tugas jabatan setiap hari pada daerah atau wilayah kerja masing-masing sesuai surat keputusan pengangkatannya. Berhak atas honor, cuti, emeritus dan harus taat pada Pancasila, Hukum dan ketentuan kebangsaan di Negara Indonesia. Serta dilarang membuat akta yang tanahnya masih bermasalah, tidak menghadirkan 2 (dua) orang saksi, perbuatan on befose, curatie, asas nasionalitas, adalah tanggung jawab PPAT, bertanggung jawab secara Administrasi Negara, Perdata, Pidana dan bertanggung jawab secaa material dan formil, sesuai eskalasi dan kapasitas kebenaran dan ketidakbenaran atas akta yang dibuatnya.

 

Pada prinsipnya PP 37 Tahun 1998 menyebutkan ada 8 (delapan) akta yang dapat dibuat oleh PPAT, tentunya disesuaikan dengan kompetensi dan jenis PPAT-nya, apakah PPAT Notaris, PPAT Camat atau PPAT Kepala Kantor Pertanahan.

 

Di Kabupaten Sumedang, persoalan fisik tanah belum begitu kentara, tapi persoalan data warkah (yuridis), kian hari kian tidak terbendung. Ketidakpastian administrasi di desa dan cultur masyarakat, yang selalu mengandalkan tradisi penguasaan, cukup membuat kita semua was-was, karena masih jauh dari apa yang kita harapkan dari ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Kantor Pertanahan  Menekankan bahwa kewenangan antara PPAT dan Notaris memang terpiasah, tapi antara BPN dan PPAT kewenangnya tidak terpisah tapi terbagiterbagi..

BPN dengan PPAT adalah satu, tugas pokoknya  sama-sama palaku pendaftaran tanah, namun PPAT sebagai recording of copyance (merekam kehendak para pihak), dan BPN sebagai recording of continue (melanjutkan keabsahan rekaman tersebut) tapi jangan salah, bahwa BPN punya tanggung jawab dibidang legal of the end (mengesahkan yang terakhir kali yang pada gilirannya menjadi alat bukti yang kuat).


Jika sertipikat bukan sebagai jaminan  kepastian bagi pemegang hak, maka fungsi BPN hanya fungsi Administrasi,


Akan tetapi, jika sertipikat berdasarkan Pasal  19 UUPA PIL 1864 KUHP Perdata adalah sebagai alat bukti, oleh karena itu PPAT bertugas membuat akta (recording of copyance) sebagai dasar  bagi BPN melanjutkan proses peralihan haknya, maka diharapkan PPAT tidak alergi (Kebakaran Jenggot) atau jangan terusik jika BPN mengutak ngatik aktanya


Oleh karena itu, di penghujung sambutan ini, saya mengajak kepada PPAT
Kabupaten Sumedang, terutama yang baru dilantik :

  1. Untuk selalu tertib, taat asas dan taat aturan UU Nomor 5 Tahun 1960, Hukum Perdata, Hukum Adat dan Hukum Agama
  2. Ikuti secara rasional PP Nomor 37 Tahun 1998 jo. Peraturan Kepala BPN RI Nomor 1 Tahun 2006
  3. Kapan ada duduk bersama antara IPPAT dan Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang dalam suatu pembinaan akbar dan dialogis yang penuh kekeluargaan, rasional dan intelektual.

 

Itu saja yang bisa saya sampaikan dalam sambutan pelantikan PPAT hari ini lebih dan kurangnya saya maaf yang sebesar-besarnya.

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh