Berita

SIMULASI PENGISIAN WARKAH PERMOHONAN SERTIPIKAT PRONA

9 February 2011 | 19:31 - Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya  -  Liputan Kantor Pertanahan Kab.Tasikmalaya

Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya

  EMAIL     PRINT


SIMULASI PENGISIAN WARKAH PERMOHONAN SERTIPIKAT PRONA

Dalam rangka mensukseskan program percepatan pendaftaran tanah melalui Prona Tahun 2011, Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan simulasi pengisian warkah permohonan pendaftaran tanah dan pengukuran. Acara simulasi ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 08 Februari 2011 bertempat di ruang Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Tasikmalaya, diikuti oleh 15 orang perwakilan aparat desa lokasi penyelenggaraan prona.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberdayaan H. Tommy Kosman, S.Sos selaku Koordinator Prona membuka acara dengan menyampaikan pesan-pesan diantaranya adalah bahwasanya kepastian hukum sertipikat tanah salah satunya ditentukan sejak pemberkasan. Oleh karena itu pemohon hendaknya jujur dalam menyampaikan informasi kepada petugas dan  berkas permohonan hendaknya tidak direkayasa supaya suatu saat diperlukan dapat direkonstruksi.  Beliau juga menyampaikan bahwa persyaratan tanah yang dapat didaftar melalui prona adalah tanah-tanah yang statusnya semula tanah milik adat dan tidak sengketa.  Agar tanah yang didaftar dapat dipantau letak dan statusnya, Kepala Desa diminta menyampaikan foto copy Peta Blok, DHKP dan Letter C.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Kasubsi Pendaftaran Hak dan Informasi H. Henda Yudis Ferian, SH. mewakili Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah menyampaikan beberapa arahan bahwasanya Prona merupakan pekerjaan berat karena disamping targetnya yang cukup besar yaitu sebanyak 3000 bidang wilayahnyapun tersebar di 7 Desa, untuk itu diperlukan kerja keras semua pihak guna mencapai hasil yang diharapkan bersama baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Disampaikan pula bahwa riwayat tanah harus jelas jenis dan bukti peralihannya, untuk itu para saksi hendaknya orang-orang yang mengetahui dan betul-betul menyaksikan terjadinya peralihan tersebut. Usia para subyek hak harus berusia dewasa secara perdata pada saat melakukan peralihan. Selanjutnya disampaikan tata cara pendaftaran tanah beserta berkas-berkas yang harus dilampirkan bersama dengan berkas permohonan. Pada bagian akhir arahannya, Kasubsi Pendaftaran Hak dan Informasi menyampaikan bahwa setiap bidang tanah unik baik subyek maupun obyeknya oleh karena itu penangannya bisa jadi berbeda pula, agar hati-hati dalam mengurus tanah jangan sembarangan karena kita akan dimintai pertanggungjawaban di dunia maupun akhirat dan bahwasanya sertipikat adalah produk hukum yang mempunyai kekuatan hukum  dan dilindungi oleh Negara sehingga apabila ada gugatan dari pihak ketiga Negara ikut bertanggungjawab.

Para aparat desa diberikan kesempatan untuk bertanya sebelum masuk ke acara simulasi. Hal-hal yang ditanyakan diantaranya adalah mengenai batasan waktu seseorang dapat diakui  telah menguasai sebidang tanah, termasuk batasan waktu sertipikat dapat digugat oleh pihak ketiga. Disampaikan pula pertanyaan-pertanyaan menyangkut tidak adanya bukti penguasaan, tetangga batas tidak berada di tempat, hasil ukur berbeda dengan luas yang tercantum dalam PBB, serta pemohon tidak mengetahui riwayat perolehan tanahnya.

Acara diakhiri dengan praktek pengisian warkah permohonan sertipikat Prona yang dipandu oleh Kasubsi Pemberdayaan Masyarakat Dudi Noviandi, S.Sos,MH selaku Sekretaris Panitia Prona Tahun 2011


 Foto Terkait