Artikel

Pengukuran Dengan Total Station

16 August 2010 | 12:49  -  ditulis oleh: Seksi Survey Pengukuran dan Pemetaan

  EMAIL     PRINT


Pengukuran Dengan Total Station

Land Surveying atau lebih dikenal dengan ilmu ukur tanah merupakan bagian ilmu geodesi, yaitu ilmu yang mempelajari posisi titik, area atau wilayah  pada, di atas dan di bawah permukaan bumi dengan cakupan wilayah maksimal 37 Km x 37 Km dengan kondisi rupa bumi  dianggap datar. Salah satu jenis pekerjaan pengukuran Land Surveying adalah Survey terestrial. Survey terestrial merupakan pekerjaan pengukuran yang dilakukan di atas permukaan bumi dengan tujuan untuk mengambil data-data ukuran jarak, arah, sudut dan ketinggian yang nantinya akan dijadikan  dasar pembuatan Peta Terestris.

Salah satu aplikasi survey terestrial adalah pengukuran tata batas kawasan hutan. Dalam suatu pekerjaan pengukuran tentunya tidak terlepas dari kebutuhan peralatan pengukuran itu sendiri disamping persiapan-persiapan teknis dan non teknis lainnya. Alat ukur utama dalam pekerjaan pengukuran tata batas hutan adalah Theodolite jenis T0. Selama berpuluh-puluh tahun Departemen Kehutanan menjadikan theodolit T0 sebagai alat utama dalam sebuah pengukuran tata batas hutan.

Berdasarkan aspek ketelitian theodolit T0 termasuk dalam kategori alat tidak teliti. Alat ukur theodolit telah mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat seiring dengan tuntutan kebutuhan dari masing-masing pengguna. Perkembangan teknologi alat theodolit setelah theodolit tipe T0 yaitu muncul theodolite tipe T1 (agak teliti), tipe T2 (teliti), tipe T3 (teliti sekali) dan tipe T4 (sangat teliti). Theodolit tipe T0 mempunyai ketelitian bacaan sudut  ± 1’ (satu menit) dan ketelitian bacaan jarak ± 1 cm, sedangkan theodolit tipe T4 mempunyai ketelitian bacaan sudut ± 0,1” (Nol koma satu detik) dengan ketelitian bacaan jarak 0,1 mm (nol koma satu milimeter).  

Perkembangan terakhir dari theodolit yaitu munculnya generasi Total Station dan Smart Station. Total Station merupakan teknologi alat yang menggabungkan secara elektornik antara teknologi theodolite dengan teknologi EDM (electronic distance measurement). EDM merupakan alat ukur jarak elektronik yang menggunakan gelombang elektromagnetik sinar infra merah sebagai gelombang pembawa sinyal pengukuran dan dibantu dengan sebuah reflektor berupa prisma sebagai target (alat pemantul sinar infra merah agar kembali ke EDM). Sedangkan Smart Station merupakan penggabungan Total Station dengan GPS Geodetic.

Untuk  mengenal alat Total Station secara mendalam dapat dilakukan dengan cara membandingkannya dengan  alat ukur Theodolit T0. Theodolit T0 yang banyak  digunakan di Departemen Kehutanan adalah theodolit T0 kompas. Meskipun banyak  pabrikan dan variasi  alat, namun  dapat dibandingkan secara umum  antara Total Station dengan Theodolit T0 kompas, sebagai berikut :

  1. Ketelitian bacaan ukuran sudut T0  yaitu : 1’ sedangkan Total Station jauh lebih teliti yaitu : 1”? .
  2. Ketelitian bacaan ukuran jarak T0 yaitu berkisar ± 1 Cm sedangkan Total Station jauh lebih teliti yaitu berkisar antara 0,1 Cm – 0,01Cm.
  3. Kemampuan jarak yang diukur oleh Total Station dengan prisma tunggal rata-rata 3.000 meter, sedangkan jarak optimal T0 yaitu 200 meter dan sangat subyektif dengan pembacaan masing-masing surveyor dalam membaca rambu ukur.
  4. Sumber kesalahan yang bisa dieliminasi atau dihindari dalam pengukuran dengan Total Station diantaranya yaitu kesalahan kasar (blunder). Kesalahan blunder  yaitu kesalahan yang diakibatkan karena kelalaian manusia, contoh diantaranya yaitu : salah baca, salah tulis dan salah dengar. Kemampuan membaca, menginterpolasi bacaan rambu ukur, menginterpolasi bacaan arah azimuth kompas pada alat T0 setiap orang berbeda beda. Kondisi lelah pun bisa mengakibatkan salah membaca dan salah mendengar. Sedangkan pada Total Station bacaan arah, sudut dan bacaan jarak sudah ditampilkan otomatis pada tampilan layar, bahkan dapat tersimpan secara otomatis dalam memori alat ukur.
  5. Pengolahan data ukuran Total Station dilengkapi dengan software yang telah disediakan oleh pabrikan, sehingga pengolahan data lebih cepat. Data ukuran jarak, sudut, azimuth dan koordinat tersimpan di memory alat. Pada beberapa  jenis Total Station, sketsa titik-titik yang diukur dapat ditampilkan posisinya pada layar monitor alat. Data ukuran dari T0 harus dicatat dan digambar pada buku ukur, sehingga menambah waktu pekerjaan dibandingkan dengan Total Station. Akan tetapi untuk tujuan backup data, dapat pula dilakukan pencatatan  pada buku ukur untuk data ukuran Total Station.
  6. Format data hasil ukuran Total Station sudah bisa diaplikasikan langsung dengan program GIS dan digabungkan dengan data GPS, sedangkan data hasil ukuran T0 merupakan data mentah dan harus dilakukan pengolahan data terlebih dahulu.
  7. Kesalahan Kolimasi (garis bidik tidak sejajar dengan sumbu II), kesalahan index vertikal sudah diset Nol sehingga tidak perlu pengaturan lagi. Pada alat T0 harus dilakukan pengecekan kolimasi dan index vertikal sebelum alat digunakan, sehingga apabila terjadi kesalahan secepatnya dilakukan koreksi sebelum alat tersebut dipakai dalam pengukuran di lapangan.
  8. Pada proses pengukuran stake out atau pencarian titik atau rekonstruksi, Total Station lebih memudahkan pelaksana dalam mencari titik-titik tersebut. Dengan memasukan koordinat acuan titik dan data jarak dan sudut yang diketahui, maka pencarian titik tersebut lebih mudah, karena alat Total Station menghitung secara otomatis posisi prisma berdiri. Pada T0 harus dilakukan perhitungan dengan kalkulator untuk mendapatkan posisi yang paling tepat.
  9. Pada kondisi cahaya redup ataupun gelap, pengukuran masih bisa dilaksanakan karena Total Station menggunakan teknologi infra merah, sedangkan dengan Theodolit sangat sulit dilakukan  khususnya dalam membaca rambu, serta  membaca sudut horisontal dan sudut vertikal.
  10. Atraksi lokal yang disebabkan oleh benda-benda logam di sekitarnya berpengaruh terhadap kondisi bacaan yang ditunjukan oleh kompas, Total Station tidak dipengaruhi oleh atraksi lokal tersebut.